Connect with us

Berita

Sambang Masyarakat Imbau Kamtibmas, Anggota Polsek Keboncandi Antisipasi 3C

Published

on

whatsapp image 2025 05 15 at 05.32.38

Polresta Pasuruan – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi tindak kejahatan, khususnya kejahatan jalanan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), jajaran Polsek Keboncandi, Polres Pasuruan Kota, Polda Jawa Timur, terus menggencarkan kegiatan sambang dan patroli dialogis kepada masyarakat di wilayah hukumnya, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mempererat sinergi antara anggota Polsek Keboncandi dengan warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Kapolsek Keboncandi, AKP Eko Edi, S.H., menegaskan bahwa sambang masyarakat merupakan salah satu strategi preventif yang efektif dalam mencegah terjadinya tindak kriminal, khususnya kasus 3C yang belakangan kerap menjadi perhatian publik.

“Kami terus mendorong anggota untuk aktif hadir di tengah masyarakat, menyapa warga, berdialog, dan mengingatkan agar tetap waspada terhadap tindakan kriminal seperti pencurian, perampasan, maupun curanmor. Upaya preventif ini harus menjadi bagian dari rutinitas pelayanan Polri,” ungkap Kapolsek.

Anggota Polsek Keboncandi secara aktif turun langsung ke lapangan untuk menyambangi warga, baik yang berada di kawasan permukiman, tempat usaha, maupun titik-titik rawan kejahatan. Dalam kesempatan tersebut, Anggota juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi tindak kejahatan yang bisa terjadi kapan saja.

Dengan sambang masyarakat, Polsek Keboncandi berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Berkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional

Published

on

Pekanbaru-Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja perdana ke Polda Riau sejak dilantik sebagai menteri.

Kunjungan ini menjadi penegasan kuat atas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan lingkungan hidup di Indonesia, dengan Riau sebagai salah satu titik strategis.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup turut didampingi Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, serta Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung, yang selama ini aktif mendorong penguatan perspektif etika lingkungan, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis dalam ruang publik.

Kegiatan di Mapolda Riau berlangsung khidmat dan sarat pesan strategis, mulai dari penyambutan adat, penayangan program Green Policing dan Waste to Energy, hingga paparan komprehensif terkait penegakan hukum lingkungan dan inovasi kelembagaan yang tengah dikembangkan Polda Riau.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu lingkungan di Riau tidak bisa dipandang secara parsial, melainkan harus dilihat sebagai isu keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan.

Ia juga menekankan bahwa melalui pendekatan Green Policing, Polda Riau tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan seni bertema lingkungan, penayangan video pengungkapan kasus, serta paparan teknis terkait implementasi Green Policing dan WTE oleh jajaran Polda Riau.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang dilakukan Polda Riau.

Ia bahkan menilai pendekatan Green Policing yang dipaparkan telah melampaui ekspektasinya.

“Saya mendengarkan seluruh paparan, dan saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini. Syarat jadi menteri itu cukup cerdas, dan saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” ujar Jumhur.

Ia menegaskan bahwa konsep Green Policing yang dikembangkan Polda Riau merupakan model yang sangat baik dan layak direplikasi secara nasional.

“Ini sangat bagus. Kalau Green Policing ini terjadi di mana-mana, di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi Kementerian Lingkungan Hidup. Ini luar biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jumhur menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar seluruh konsep yang dipaparkan dapat diimplementasikan secara nyata di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya akan memastikan bersama teman-teman di kementerian, bagaimana apa yang dikerjakan hari ini bisa benar-benar terjadi di seluruh daerah,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Riau, sekaligus upaya memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan di daerah.

“Dengan menghadirkan Kapolda dan seluruh jajaran di sini, ini bagian dari penghormatan Republik kepada masyarakat Riau. Kita ingin memastikan ada perbaikan yang nyata, termasuk dalam indeks-indeks lingkungan,” katanya.

Sementara itu, terkait isu pertambangan, Jumhur menyoroti pentingnya membedakan antara pelaku di lapangan dengan aktor utama dalam rantai ekonomi ilegal.

“Penambang itu belum tentu jahat, karena banyak dari mereka adalah masyarakat lokal. Yang biasanya jahat itu penampungnya. Karena itu, penting kita dorong izin usaha pertambangan rakyat agar segera keluar, supaya ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama, serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Polda Riau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Continue Reading

Berita

Peringatan May Day di Stadion Gejos Berjalan Kondusif, Kapolres Gresik Apresiasi Elemen Buruh

Published

on

GRESIK – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Gresik berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan.

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) ini diisi dengan tasyakuran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pembagian doorprize bagi para buruh dan pekerja.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi seluruh elemen buruh dan masyarakat yang telah menjaga kondusivitas selama peringatan May Day.

Ia menilai, perayaan tahun ini mencerminkan sinergi yang baik antara pekerja, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

“Alhamdulillah, peringatan May Day di Gresik berjalan kondusif, aman, dan penuh kebersamaan. Ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara semua pihak,” ujar AKBP Ramadhan, Sabtu (2/5/2026).

Dalam rangka pengamanan May Day, Polres Gresik Polda Jatim menerjunkan sebanyak 502 personel, didukung 200 personel dari instansi terkait serta 500 personel Sabuk Kamtibmas.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran, dengan apel siaga yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum.

Selain pengamanan kegiatan, petugas juga difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara guna mengantisipasi kemacetan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para buruh, Polres Gresik Polda Jatim juga mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, salah satunya melalui komunikasi intensif dan dialog bersama serikat pekerja.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga sinergitas sekaligus memastikan aspirasi buruh dapat tersampaikan secara tertib.

Melalui langkah tersebut, Polres Gresik bersama Forkopimda berharap stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Gresik tetap terjaga, serta hubungan harmonis antara buruh dan pemerintah dapat terus terpelihara. (*)

Continue Reading

Berita

Brimob Polda Jatim Sabet 4 Emas Kejurprov MMA Surabaya

Published

on

SURABAYA – Kontingen IBCA MMA Satuan Brimob Polda Jawa Timur berhasil menyumbangkan medali dengan total 4 emas, 6 perak, dan 2 perunggu dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Jatim 2026 yang digelar di GOR Pancasila Surabaya, Minggu (3/5/2026).

Tim Brimob Jatim menurunkan 12 atlet dari Brigade Pratama Fighting Camp.

Empat medali emas diraih masing-masing oleh Lucky Defriyan, Dhimas Fariz Sebastyan, Aghsa Sinar, dan Arya Eko Saputro.

Komandan Satuan Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Suryo Sudarmadi, mengapresiasi capaian tersebut.

Ia menilai para atlet muda Brimob mampu menunjukkan performa yang kompetitif.

“Saya mengapresiasi capaian ini. Atlet Brimob yang mayoritas masih muda mampu menunjukkan prestasi,” ujar Kombes Suryo, Senin (4/5/26).

Ia berharap kejuaraan seperti ini terus digelar untuk menjaring atlet potensial yang bisa bersaing di tingkat lebih tinggi.

Koordinator Tim MMA Sat Brimob Polda Jatim, Bripda Alexandro Tatim, menyebut hasil ini merupakan buah dari dukungan pimpinan serta kerja keras tim.

“Terima kasih atas dukungan pimpinan, sehingga kami bisa memberikan hasil maksimal,”ungkap Bripda Tatim.

Capaian ini memperkuat pembinaan atlet di lingkungan Brimob Jatim sekaligus membuka peluang untuk bersaing di level nasional hingga internasional. (*)

Continue Reading

Trending