Connect with us

Berita

Polres Pasuruan Kota Salurkan Bantuan Nasi Bungkus Bersama Pemerintah Desa untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kedawung Kulon

Published

on

Polresta Pasuruan – Polres Pasuruan Kota melalui Polsek Grati menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan nasi bungkus kepada warga Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1/2025) sore. Penyaluran bantuan tersebut juga terlaksana berkat dukungan Pemerintah Desa Kedawung Kulon yang telah menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Grati AKP Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. bersama Bhabinkamtibmas Desa Kedawung Kulon Bripka M. Abadi, dengan melibatkan Kepala Desa Kedawung Kulon M. Iskak serta perangkat desa. Pembagian bantuan dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Kedawung.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup deras dan berlangsung lama sejak Selasa (20/1/2026) sore hingga malam hari di wilayah hukum Polsek Grati. Kondisi ini diperparah oleh adanya air kiriman dari Kecamatan Lumbang dan Kecamatan Winongan yang melintasi Sungai Kedawung sehingga mengakibatkan luapan air ke permukiman warga dan jalan desa.

Hingga Rabu (21/1/2025) pukul 15.00 WIB, debit air Sungai Kedawung masih meluap dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter. Wilayah yang terdampak cukup parah berada di Dusun Kebru’an, Desa Kedawung Kulon. Melalui dapur umum yang telah disiapkan pemerintah desa, petugas menyalurkan sebanyak 75 bungkus nasi kepada warga terdampak banjir.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan dan kepedulian, serta hasil sinergi yang baik dengan pemerintah desa.

“Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud sinergi Polri dengan pemerintah desa yang telah menyiapkan dapur umum, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Grati AKP Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons cepat jajarannya dengan menggandeng unsur pemerintah desa.

“Kami bergerak cepat bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa yang telah menyiapkan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir. Selain menyalurkan bantuan, kami juga terus memantau debit air Sungai Kedawung dan memastikan keselamatan masyarakat,” jelas Kapolsek Grati.

Dalam penanganan pascabanjir, Polsek Grati terus berkoordinasi dengan tiga pilar, BPBD, serta pemerintah Desa Kedawung Kulon. Petugas juga melakukan monitoring dan update situasi kerawanan pascabanjir, termasuk memastikan tidak adanya korban jiwa maupun kerugian material. Hingga laporan ini dibuat, korban jiwa dan kerugian material dilaporkan nihil.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri dan Kementerian Haji Bentuk Satgas Gabungan, atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal

Published

on

Jakarta – Polri bersama Kementerian Haji resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Haji dan Umrah ilegal sebagai langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari berbagai praktik pelanggaran dan tindak pidana dalam penyelenggaraan ibadah tersebut.

Pembentukan Satgas ini disampaikan dalam doorstop yang digelar di Lobby Bareskrim Polri, Senin (20/4/2026), dengan menghadirkan Wakabaintelkam Polri Irjen Pol. Nanang Rudi Supriatna, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni, serta Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al-Rasyid.

Wakabaintelkam Polri Irjen Pol. Nanang Rudi Supriatna menegaskan bahwa pembentukan Satgas merupakan perintah langsung Kapolri sebagai respons atas berbagai persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Satgas Haji ini dibentuk untuk menjamin dan memberikan pelayanan keamanan kepada para calon jamaah, serta mencegah terjadinya tindak pidana dalam penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan Kementerian Haji menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al-Rasyid, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima tidak kurang dari 15 hingga 20 laporan kasus setiap hari terkait penyelenggaraan haji dan umrah, dengan total sekitar 95 kasus yang saat ini ditangani.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan penuh dari Kepolisian sangat kami butuhkan agar upaya pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana ini bisa berjalan efektif dan memberikan efek jera,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Satgas telah mulai bekerja sejak diterbitkannya surat perintah Kapolri. Salah satu hasil awalnya adalah penggagalan keberangkatan delapan warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah haji menggunakan visa non-haji di Bandara Soekarno-Hatta.

“Semua pihak yang terlibat akan dilakukan pendalaman, termasuk travel yang memberangkatkan maupun pihak lain yang bertanggung jawab,” tegas Harun.

Lebih lanjut, ia menyebut sejumlah titik rawan pemberangkatan ilegal yang kini dalam pengawasan, antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Juanda Surabaya, Lombok, dan Batam.

Di sisi lain, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor apabila menemukan indikasi praktik ilegal dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan hotline pengaduan dengan nomor 081218899191. Jika menemukan indikasi penipuan atau pelanggaran, segera laporkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri bersama Kementerian Haji akan mengedepankan langkah preventif dan represif secara simultan guna menekan angka pelanggaran, sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

Dengan terbentuknya Satgas gabungan ini, diharapkan praktik penyelenggaraan haji dan umrah ilegal dapat diminimalisir, serta memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh calon jamaah Indonesia.

Continue Reading

Berita

Polda Jatim Selamatkan PMI Asal Malang Korban TPPO

Published

on

SURABAYA – Polda Jawa Timur melalui Ditres PPA-PPO berhasil memulangkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang berinisial NF yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi.

Korban dipulangkan pada Sabtu (18/4/2026) setelah melalui koordinasi intensif selama kurang lebih dua bulan dengan berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, KBRI, serta BP3MI Jawa Timur.

Dirres PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, menyampaikan bahwa pemulangan korban merupakan hasil percepatan penanganan kasus setelah pihaknya mengamankan seorang tersangka berinisial MZ (61), warga Kabupaten Malang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka diduga telah memberangkatkan lebih dari 100 PMI secara non-prosedural sejak tahun 2011 hingga 2026,” ujar Kombes Ganis, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini diperkirakan masih terdapat puluhan PMI non-prosedural lainnya yang berada di luar negeri dan berpotensi menghadapi risiko serupa.

Selama bekerja di Arab Saudi, korban diketahui mengalami tekanan psikis dan diduga mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti pembatasan menjalankan ibadah, dipaksa bekerja tanpa istirahat, hingga mengalami kekerasan fisik.

Saat ini korban telah berada di Indonesia dan mendapatkan pendampingan serta penanganan lanjutan.

Sementara itu, tersangka MZ telah diamankan dan tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik juga terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan penyalur ilegal lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur non-prosedural.

Masyarakat diminta memastikan proses penempatan melalui prosedur resmi guna menghindari risiko menjadi korban TPPO. (*)

Continue Reading

Berita

Harkamtibmas, Polresta Sidoarjo Maksimalkan Patroli Polwan Jenggala Presisi

Published

on

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur memaksimalkan patroli Polwan Jenggala Presisi, sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Usai apel, para Polwan langsung bergerak melaksanakan patroli menggunakan kendaraan roda dua (R2) dengan menyasar kawasan perumahan, pertokoan dan ruang terbuka publik, Senin (20/4/2026).

Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah rawan.

“Patroli ini kami lakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya untuk memberikan rasa aman kepada warga. Kami juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan,” ujar AKBP Novi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan,” tambahnya.

Selama pelaksanaan patroli, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan keamanan di lokasi yang disasar. (*)

Continue Reading

Trending