Connect with us

Berita

Gunakan Metode CSI, Polres Pasuruan Kota Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan Berat

Published

on

img 20241005 wa0081
img 20241005 wa0081

KOTA PASURUAN – Satreskrim Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian,setelah melalui penyelidikan mendalam menggunakan metode Scientifik Crime Investigation (CSI).

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara saat pelaksanaan Konferensi Pers mengatakan pengungkapan ini tak lepas dari kerja keras timsus (Tim Khusus) dari Satreskrim yang bergerak cepat menangkap terduga pelaku hanya berselang 4 jam dari laporan kejadian tersebut.

Lebih lanjut Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa,menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut, hingga akhirnya membuahkan hasil.

Kasus penganiayaan berat ini terjadi beberapa waktu lalu di Pasuruan, dengan korban meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya.

Saat ditangkap, terduga pelaku berinisial LH, sempat menyangkal keterlibatannya dalam kejadian tersebut.

Namun, berkat metode investigasi ilmiah dan ketelitian tim Sat Reskrim, terduga pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

“Salah satu langkah kunci dalam pengungkapan kasus ini adalah penelusuran rekam jejak terduga pelaku, yang ternyata merupakan residivis,”kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota,Jumat (4/10).

Dalam penyelidikan, Timsus Satreskrim Polres Pasuruan Kota menemukan bahwa terduga pelaku pernah terlibat kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam pada tahun 2017 di vonis Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

“Dengan latar belakang tersebut, penyidik mulai meneliti lebih lanjut mengenai profil terduga pelaku dan memanfaatkan teknologi seperti CCTV di sepanjang lokasi kejadian hingga kediaman terduga pelaku di Lumajang.

Dari rekaman CCTV ini, Polisi berhasil melacak pergerakan terduga pelaku, yang semakin menguatkan dugaan keterlibatannya dalam tindak pidana tersebut.

Selain analisis rekaman CCTV, penyidik Satreskrim juga menggali informasi dari istri dan mertua korban.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, terungkap bahwa terduga pelaku memiliki motif dendam terhadap korban, yang menjadi salah satu pemicu tindakan kekerasan tersebut.

“Kami juga membaca psikologis terduga pelaku saat dilakukan pemeriksaan intensif. Dari hasil ini, kami mendapati tanda-tanda yang menunjukkan bahwa terduga pelaku menyembunyikan sesuatu dan mencoba mengalihkan kecurigaan.”ujar Kasat Reskrim.

Selama proses penyelidikan, Polisi juga melakukan penggeledahan di kediaman terduga pelaku dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatan terduga pelaku dalam kasus penganiayaan ini.

Barang bukti tersebut meliputi pakaian, sepatu, serta sepeda yang dikenakan terduga pelaku saat melakukan aksinya, yang identik dengan rekaman CCTV.

“Barang bukti ini menjadi salah satu poin penting yang membantu kami menghubungkan terduga pelaku dengan tempat kejadian perkara,” terangnya.

Dengan semua bukti yang terkumpul, tim penyidik akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa terduga pelaku adalah orang yang bertanggung jawab atas tindak penganiayaan tersebut.

Kasat Reskrim juga menegaskan dalam metode penyelidikan CSI yang digunakan, penyidik menempatkan pengakuan terduga pelaku pada posisi terakhir, setelah semua bukti kuat dan data ilmiah terkumpul.

“Kami tidak bergantung pada pengakuan awal terduga pelaku. Pengakuan tersebut hanya diperoleh setelah semua data dan bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa terduga pelaku memang terlibat.”tegas Kasat Reskrim.

Dengan bukti yang tidak terbantahkan, akhirnya mengakui bahwa dia (terduga pelaku) memang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

Atas perbuatanya, tersangka yang juga residivis itu kini kembali meringkuk di rumah tahanan Polres Pasuruan Kota untuk diproses hukum. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sambang Warga Bhabinkamtibmas Polsek Kraton, Perkuat Sinergi Ciptakan Kamtibmas Aman dan Kondusif

Published

on

Polresta Pasuruan – Bhabinkamtibmas Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur secara rutin melaksanakan kegiatan sambang warga di wilayah binaannya. Rabu (10/6/2026).

Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas hadir di tengah masyarakat untuk menjalin komunikasi dan mempererat silaturahmi sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas yang berkembang di lingkungan warga.

Pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah imbauan Kamtibmas kepada warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, menjaga kerukunan antarwarga, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda malam dan menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kapolsek Kraton AKP Mohamad Soleh mengatakan bahwa kegiatan sambang warga merupakan salah satu langkah preventif yang terus dilakukan guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang ini, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan warga sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” ujar AKP Mohamad Soleh.

Ia juga menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan sambang yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta mampu mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota.

Continue Reading

Berita

Patroli Humanis Polsek Pohjentrek, Dekat dengan Warga dan Cegah Aksi 3C

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, personel Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur melaksanakan patroli humanis di wilayah hukumnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, khususnya aksi 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). Rabu (10/6/2026).

Patroli menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas, kawasan permukiman warga, pertokoan, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog secara langsung dengan warga guna menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas.

Personel patroli mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, memastikan kendaraan terkunci dengan aman saat diparkir, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kapolsek Pohjentrek AKP Sukresna, S.H., mengatakan bahwa patroli humanis merupakan salah satu langkah nyata Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Melalui patroli humanis ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi 3C maupun bentuk gangguan Kamtibmas lainnya,” ujar AKP Sukresna, S.H.

Kapolsek juga menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dengan adanya komunikasi yang baik antara polisi dan warga, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Kegiatan patroli humanis ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota dalam menjaga stabilitas Kamtibmas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Pohjentrek tetap aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Grati Aktif Dampingi Kelompok Tani Binaan Polri

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan di Negara Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengecekan terhadap kelompok tani (Poktan) yang memiliki lahan binaan Polri di wilayah Desa Grati. Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan, pengawasan, dan monitoring terhadap lahan-lahan binaan Polri yang dikelola masyarakat dan kelompok tani.

Dalam kegiatan di Desa Grati, Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian guna memantau perkembangan tanaman, berdialog dengan para petani, serta mengetahui berbagai kendala yang dihadapi dalam proses budidaya. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani juga menjadi bentuk dukungan moril agar masyarakat terus bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polres Pasuruan Kota berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan lahan binaan Polri dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ungkap Kapolres.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara Polri, kelompok tani, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan pengawasan dan pendampingan secara rutin ini, diharapkan lahan binaan Polri dapat terus berkembang, meningkatkan hasil pertanian masyarakat, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polripresisi
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Trending