Connect with us

Berita

ETLE Handheld Perkuat Penegakan Hukum Lalu Lintas secara Digital di kota besar

Published

on

Jakarta — Korps Lalu Lintas Polri terus memperkuat transformasi digital dalam sistem penegakan hukum lalu lintas melalui optimalisasi penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld. Penerapan teknologi tersebut kini terus dikembangkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari penguatan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis digital dalam skala nasional.

Sebagai implementasi di lapangan, jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Sat PJR, Sat Gatur, Sat Patwal, dan Satlantas wilayah melaksanakan kegiatan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan perangkat ETLE Handheld pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, wilayah Satlantas DKI Jakarta, hingga kawasan Polres penyangga.

Kegiatan pengawasan dan penindakan dipimpin oleh IPDA Fauzi Tirta Kusuma S., S.H., M.T., dengan sasaran pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penerapan ETLE Handheld menjadi salah satu strategi utama Korlantas Polri dalam memperluas cakupan penegakan hukum berbasis teknologi di seluruh Indonesia. Menurutnya, digitalisasi penindakan menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pelayanan dan penegakan hukum yang modern, transparan, dan profesional.

“Transformasi digital melalui ETLE terus kami dorong agar penegakan hukum lalu lintas semakin efektif, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern,” ujar Kakorlantas Polri.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penggunaan ETLE Handheld memiliki efektivitas tinggi karena dapat menjangkau berbagai titik pengawasan secara mobile dan fleksibel. Selain mendukung proses identifikasi pelanggaran secara cepat, sistem tersebut juga memperkuat validitas data elektronik dalam proses penindakan.

“ETLE Handheld menjadi bagian penting dari pengembangan sistem penegakan hukum digital Korlantas Polri yang saat ini terus diterapkan dan diperluas di jajaran kewilayahan secara nasional,” jelas Brigjen Pol. Faizal.

Dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah Polda Metro Jaya, perangkat ETLE Handheld berhasil mencapture sebanyak 132 pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 pelanggaran telah tervalidasi dan 100 data pelanggaran berhasil terkirim ke sistem back office untuk proses penindakan lebih lanjut.

Korlantas Polri berharap penerapan ETLE Handheld secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah di Indonesia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bhabinkamtibmas Desa Pasinan Laksanakan Pengawasan Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pasinan, Polsek Lekok, Polres Pasuruan Kota melaksanakan pengawasan dan pengecekan lahan jagung binaan Polri di Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (26/6/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si. memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap lahan pertanian binaan Polri.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung, memastikan pertumbuhan tanaman berjalan dengan baik, serta berdialog dengan para petani mengenai perkembangan tanaman dan kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

 

Selain melakukan monitoring, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada kelompok tani agar terus menjaga kualitas perawatan tanaman, mulai dari pemupukan, pengendalian hama, hingga pengairan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

 

Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi P. mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pertanian.

 

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program ketahanan pangan. Melalui pendampingan kepada para petani, kami berharap hasil pertanian semakin meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar AKP Mawan Budi P.

 

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Lekok dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Para petani menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang secara rutin melakukan pendampingan di lahan pertanian. Menurut mereka, perhatian dan dukungan dari Polri menjadi penyemangat dalam mengelola lahan agar hasil panen semakin optimal.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan Kota terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui penguatan sektor pertanian. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari cita-cita pembangunan nasional.

Continue Reading

Berita

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Bhabinkamtibmas Kebonagung Cek Perkembangan Tanaman Jagung

Published

on

Pasuruan Kota – Sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung milik warga di wilayah binaannya, Senin (26/1/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik serta mengetahui secara langsung kondisi lahan pertanian yang menjadi salah satu penunjang ketahanan pangan di wilayah Kelurahan Kebonagung. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan terhadap kondisi tanaman jagung, mengamati pertumbuhan tanaman, serta memastikan lahan pertanian tetap terawat dengan baik. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman dan berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, para petani dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan perawatan tanaman hingga faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi hasil panen. Dengan demikian, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai pengemban fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan di sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta memperhatikan perawatan tanaman secara optimal. Perawatan yang baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman jagung sehingga dapat memberikan hasil panen yang maksimal dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Kapolsek Purworejo Kompol Mulyono mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kami melalui Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendampingan dan monitoring kepada para petani agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Kami berharap sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Kompol Mulyono.

Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat serta tercipta kolaborasi yang baik dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Dengan kerja sama yang kuat, upaya mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polripresisi
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Berita

Di Balik Raihan Juara 3 Pocil Jatim, Satlantas Polres Pasuruan Kota Bangun Tim yang Solid

Published

on

POLRESPASURUANKOTA.COM – Keberhasilan Polisi Cilik (Pocil) Polres Pasuruan Kota meraih Juara III dalam ajang Gebyar Pocil Polda Jawa Timur 2026 tidak lepas dari kerja sama dan dedikasi banyak pihak yang terlibat sejak awal proses pembinaan hingga tampil di panggung final.

Prestasi yang diraih di Universitas Bhayangkara Surabaya tersebut menjadi hasil dari kolaborasi antara Satlantas Polres Pasuruan Kota, SD Unggulan Nahdlatul Ulama Pasuruan, para pelatih, tim kreatif, serta berbagai unsur pendukung lainnya yang selama berbulan-bulan mempersiapkan kontingen terbaik Kota Pasuruan.

Koordinasi dan pembinaan tim Pocil berada di bawah tanggung jawab PS. Panit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Agus Hartantyo, S.Psi. Selama proses persiapan, ia berperan mengawal jalannya program pembinaan, menyelaraskan kebutuhan tim, serta memastikan seluruh tahapan latihan berjalan sesuai target.

Menurut Aipda Agus Hartantyo, pencapaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pengalaman terbaik sekaligus membentuk karakter positif bagi para anggota Pocil.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras anak-anak, dukungan sekolah, para pelatih, tim kreatif, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat. Kami bersyukur karena anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat Jawa Timur,” ujarnya.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala SD Unggulan Nahdlatul Ulama Pasuruan, Nur Sufro Kamalia, S.Pd. Sebagai sekolah yang mewakili Kota Pasuruan dalam ajang tersebut, pihak sekolah turut berperan dalam mendampingi proses latihan serta pengembangan karakter para siswa.

Ia menilai kegiatan Pocil menjadi wadah yang positif bagi peserta didik untuk belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Sementara itu, aspek teknis penampilan ditangani oleh tim pelatih yang terdiri dari Brigpol Dzulkifli A., Bripda Eko Wahyu Ardianto, dan Arif Vergiyan, S.Pd. Ketiganya secara intensif mendampingi para anggota Pocil dalam latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), pembentukan kekompakan gerakan, hingga persiapan mental menjelang perlombaan.

Penampilan Pocil Polres Pasuruan Kota yang mengusung tema “Trah Kinjeng”, salah satu karakter ikonik dan sakral dalam kesenian Jathilan, juga didukung oleh tim desain, kreatif, dan atribut yang terdiri dari Ach. Ferryan Mirza P., S.Pd., Nur Hardina R., S.Pd., Nabila Maulita I., S.Pd., serta M. Thoriqul Chasan.

Mereka bertugas menyusun konsep visual, menyiapkan atribut pendukung, serta memastikan tema budaya yang diangkat dapat tersampaikan dengan baik melalui penampilan para anggota Pocil.

Pada sektor musik, dukungan diberikan oleh Wahyu, S.Pd. yang menyusun dan menyesuaikan komposisi musik agar selaras dengan konsep penampilan yang dibawakan tim.

Sedangkan rangkaian koreografi disiapkan oleh Fakhul Rosi, Masyitoh, S.Pd., dan Kimatufarikh Dwi L., S.Pd. Melalui proses latihan yang panjang, tim koreografi menyusun gerakan yang memadukan unsur kedisiplinan, seni, budaya, dan kekompakan sehingga menjadi salah satu kekuatan penampilan kontingen Kota Pasuruan.

Selain nama-nama tersebut, keberhasilan Pocil Polres Pasuruan Kota juga mendapat dukungan dari para guru, orang tua siswa, personel Satlantas Polres Pasuruan Kota, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Prestasi Juara III tingkat Jawa Timur menjadi bukti bahwa pembinaan Polisi Cilik tidak hanya berfokus pada kompetisi semata, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi apresiasi bagi seluruh pihak yang bekerja di balik layar. Meski tidak tampil langsung di arena lomba, kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam mengantarkan Pocil Polres Pasuruan Kota mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Jawa Timur. (*dar)

Continue Reading

Trending