Connect with us

Berita

Wakapolri: Ancaman Terorisme Berubah, Pencegahan, Collaborative Approach, dan Perlindungan Generasi Muda Jadi Kunci Keamanan Masa Depan

Published

on

Jakarta, 20 Mei 2026 — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini telah mengalami perubahan mendasar, dari pola terstruktur menuju jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali dengan pendekatan konvensional.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., sebagai bentuk penguatan sinergi nasional menghadapi ancaman ekstremisme yang terus bertransformasi.

Rakernis Densus 88 AT Polri tahun ini menjadi momentum memperkuat arah kebijakan penanggulangan terorisme Indonesia yang semakin menitikberatkan pada pencegahan dini, perlindungan anak, penguatan literasi digital, serta pendekatan kolaboratif (collaborative approach) lintas sektor, seiring perkembangan ancaman yang bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan sebelumnya.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh strategi penanganan terorisme harus berpijak pada Grand Strategy Polri 2025–2045 dan selaras dengan Renstra Polri 2025–2029, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan menghadapi tantangan masa depan.

“Kita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi, bergerak melalui individu atau kelompok kecil tanpa struktur formal, namun terkonsolidasi melalui paparan digital dan lingkungan sosial.

Ia menjelaskan bahwa ideologi pelaku tidak lagi selalu hadir sebagai doktrin tunggal yang utuh, tetapi berupa fragmen ideologi yang bercampur sesuai kebutuhan psikologis dan sosial individu. Karena itu, pendekatan lama dalam memahami ekstremisme perlu dilengkapi dengan perspektif baru seperti Composite Violent Extremism (CoVE) untuk membaca ancaman yang ambigu dan konvergen.

Selain itu, Wakapolri mengingatkan bahwa ekstremisme saat ini bersifat “glocal”, ketika arus informasi global dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

“Ancaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,” tegasnya.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Wakapolri adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipahami sebagai fenomena gunung es, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Kebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,” kata Wakapolri.

Ia menegaskan bahwa anak perlu dipahami secara bersamaan sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif, protektif, dan berbasis perlindungan, bukan semata punitif.

Untuk itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis (socioecological model), yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem “Rumah Aman menuju Sekolah Aman”, di mana Polri berperan sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam mendeteksi serta mencegah potensi risiko sejak awal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menekankan bahwa ancaman ekstremisme masa kini tidak dapat dihadapi oleh satu institusi secara mandiri. Pendekatan yang dibutuhkan adalah collaborative approach, yakni kolaborasi aktif dan berkelanjutan antara aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, akademisi, platform digital, hingga masyarakat sipil.

“Ancaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Ia harus dihadapi melalui sinergi utuh antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,” tegas Wakapolri.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi fondasi penting menghadapi ancaman yang kini bersifat multidimensional, lintas platform, dan lintas batas negara, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga mengapresiasi langkah preventif yang telah dilakukan Ditcegah Densus 88, di antaranya penguatan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, program edukasi di 90 SMAN DKI Jakarta yang menjangkau 31.234 siswa dan 1.300 guru serta orang tua, program Ratakan Bali Pro Max di 70 sekolah dengan 9.950 peserta, hingga penerbitan 70 surat edaran pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang tersebar di 33 provinsi.

Kehadiran langsung Kepala BNPT dalam Rakernis turut memperkuat pesan bahwa penanggulangan terorisme membutuhkan orkestrasi kebijakan nasional, menghubungkan pencegahan, deradikalisasi, literasi publik, penegakan hukum, dan penguatan masyarakat dalam satu ekosistem keamanan yang terpadu.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Polri menegaskan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif dengan mengedepankan deteksi dini, asesmen risiko, dan penguatan ketahanan generasi muda, seiring perubahan pola ancaman di era digital.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan menghadapi ancaman ekstremisme yang berubah cepat, sekaligus memperkuat transformasi kelembagaan menuju pendekatan prediktif, preventif, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan Transformasi Polri.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan prinsip utama strategi penanggulangan ancaman masa depan:

“Negara tidak boleh hanya datang saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui kemampuan membaca perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi risiko nyata.

Rakernis Densus 88 AT Polri 2026 menegaskan satu hal: menghadapi ancaman baru, negara membutuhkan cara kerja baru — lebih kolaboratif, lebih adaptif, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Wujud Nyata Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat, Kapolsek Bugul Kidul Gelar Kopi Keliling Kamtibmas Dan Sosialisasi Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan mempererat kemitraan bersama warga, jajaran Polsek Bugul Kidul terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam, 20 Mei 2026 di Jalan Jendral S. Parman, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut menjadi sarana membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat guna menciptakan situasi harkamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

 

Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul bersama anggota hadir langsung menyapa warga sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekitar.

 

Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bugul Kidul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

 

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka, mulai dari gangguan kamtibmas hingga permasalahan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. juga mensosialisasikan pentingnya penggunaan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelayanan cepat kepolisian bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian, gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian secara cepat dan responsif.

 

Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. menyampaikan bahwa pendekatan humanis dan dialogis akan terus dikedepankan oleh jajaran Polsek Bugul Kidul dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan hadir langsung di tengah warga, diharapkan segala bentuk potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.

 

“Kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik bersama warga, mendengarkan secara langsung aspirasi maupun keluhan masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sehingga sinergitas dan kebersamaan harus terus kita jaga demi terciptanya harkamtibmas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Kompol Hudi Supriyanto, S.H.

 

Melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut, Polsek Bugul Kidul berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Dengan mengedepankan pelayanan humanis, komunikasi yang terbuka, serta respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110, Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Pasuruan.

Continue Reading

Berita

Polsek Pohjentrek Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Manfaatkan Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Pohjentrek terus meningkatkan kegiatan patroli dan sambang dialogis kepada masyarakat di wilayah hukumnya. Patroli tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026 di Jalan Raya Warungdowo, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

 

Kegiatan imbauan kamtibmas tersebut dilaksanakan secara humanis dengan menyasar kawasan pertokoan, jalan raya, permukiman warga, serta titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Pohjentrek berdialog langsung bersama warga guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.

 

Petugas mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas seperti pencurian, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian mencurigakan ataupun membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses selama 24 jam secara gratis.

 

Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran layanan Call Center Polri 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat, mudah, dan responsif kepada masyarakat. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

 

“Melalui kegiatan patroli dan sambang dialogis ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan adanya kejadian mencurigakan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman secara cepat, humanis, dan responsif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Sukrisno, S.H.

 

Masyarakat pun menyambut positif kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Pohjentrek tersebut. Warga menilai kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan adanya edukasi terkait layanan Call Center Polri 110, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam memperoleh pelayanan kepolisian secara cepat dan tepat.

 

Kegiatan patroli dan imbauan kamtibmas berlangsung aman, tertib, dan lancar. Polsek Pohjentrek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif dan humanis guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah Kecamatan Pohjentrek dan sekitarnya

Continue Reading

Berita

Patroli Humanis Malam Hari, Polsek Nguling Ajak Masyarakat Aktifkan Kembali Siskamling dan Sadar Kamtibmas

Published

on

Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Nguling melaksanakan patroli humanis malam hari pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 di Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya preventif dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas pada malam hari.

 

Patroli dialogis dilaksanakan secara humanis dengan menyasar kawasan permukiman warga, jalan desa, pertokoan, serta sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Nguling berdialog langsung bersama masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.

 

Melalui patroli dialogis tersebut, petugas mengimbau masyarakat agar kembali mengaktifkan kegiatan siskamling sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga diajak meningkatkan kesadaran kamtibmas dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Kapolsek Nguling AKP Kukuh Eko P menyampaikan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Melalui patroli humanis malam hari ini, kami mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan siskamling dan meningkatkan kesadaran kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mempererat sinergitas antara kepolisian dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Kukuh Eko P.

 

Sementara itu, Solehudin, warga Desa Nguling Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi kegiatan patroli yang dilakukan jajaran Polsek Nguling. “Kami merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli malam dari pihak kepolisian. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan lingkungan bersama-sama,” ungkapnya.

Continue Reading

Trending