Connect with us

Berita

Wujud Nyata Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat, Kapolsek Bugul Kidul Gelar Kopi Keliling Kamtibmas Dan Sosialisasi Call Center 110

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan mempererat kemitraan bersama warga, jajaran Polsek Bugul Kidul terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu malam, 20 Mei 2026 di Jalan Jendral S. Parman, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan tersebut menjadi sarana membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat guna menciptakan situasi harkamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

 

Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul bersama anggota hadir langsung menyapa warga sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekitar.

 

Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bugul Kidul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

 

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka, mulai dari gangguan kamtibmas hingga permasalahan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. juga mensosialisasikan pentingnya penggunaan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelayanan cepat kepolisian bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian, gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian secara cepat dan responsif.

 

Kapolsek Bugul Kidul Kompol Hudi Supriyanto, S.H. menyampaikan bahwa pendekatan humanis dan dialogis akan terus dikedepankan oleh jajaran Polsek Bugul Kidul dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan hadir langsung di tengah warga, diharapkan segala bentuk potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.

 

“Kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik bersama warga, mendengarkan secara langsung aspirasi maupun keluhan masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sehingga sinergitas dan kebersamaan harus terus kita jaga demi terciptanya harkamtibmas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Kompol Hudi Supriyanto, S.H.

 

Melalui kegiatan Kopi Keliling Kamtibmas tersebut, Polsek Bugul Kidul berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Dengan mengedepankan pelayanan humanis, komunikasi yang terbuka, serta respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110, Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Pasuruan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polri Hadirkan Sekolah Unggulan Berstandar Dunia, 297 Siswa Mulai Tempati Kampus

Published

on

Bogor, 21 Juli 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, terus diwujudkan melalui pengembangan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Sekolah berasrama yang dirintis atas inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ini menjadi salah satu investasi strategis Polri dalam menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang berkarakter, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.

Meski peresmian kampus permanennya akan dilaksanakan pada waktu mendatang, 297 siswa dari berbagai provinsi di Indonesia kini telah mulai menempati asrama dan mengikuti proses pendidikan di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Mereka terdiri atas 117 siswa Angkatan I dan 180 siswa Angkatan II, yang diseleksi secara nasional untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan unggulan tersebut.

Pada Selasa (21/7), Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung Kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memimpin pengukuhan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) sekaligus meninjau kesiapan penyelenggaraan pendidikan, fasilitas kampus, dan aktivitas para siswa.

Peninjauan meliputi pelaksanaan pre-test Matematika, pre-test Bahasa Inggris, pembinaan karakter, latihan drumband, serta kesiapan lingkungan belajar dan kehidupan berasrama yang akan menjadi rumah kedua bagi para peserta didik.

Sebagai sekolah unggulan berasrama bertaraf internasional, SMA Kemala Taruna Bhayangkara didukung infrastruktur pendidikan modern yang dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran abad ke-21. Kampus ini memiliki 24 ruang kelas modern yang tersebar di lantai 2, 3, dan 4, masing-masing terdiri atas 8 ruang kelas. Sementara lantai 1 menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik dengan enam ruang laboratorium dan fasilitas akademik, termasuk Laboratorium Fisika, Biologi, dan Kimia.

Fasilitas pendidikan juga dilengkapi perpustakaan modern, theater building, gymnasium, kolam renang, lapangan sepak bola berstandar internasional, dining hall, asrama putra dan putri, ruang kesehatan, ruang kegiatan siswa, serta rumah ibadah bagi seluruh agama. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, prestasi akademik, maupun pengembangan bakat peserta didik.

Keunggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara semakin diperkuat setelah resmi menerima sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) dari International Baccalaureate Organization (IBO). Dengan pengakuan tersebut, sekolah mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang dipadukan dengan Kurikulum Nasional, sehingga peserta didik dibekali kemampuan berpikir kritis, riset, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, penguasaan sains dan teknologi, Artificial Intelligence (AI), coding, literasi digital, serta perspektif global.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan sekolah unggulan merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa.

“Membangun sumber daya manusia adalah investasi paling strategis bagi masa depan Indonesia. Melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Polri ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap menjadi pemimpin yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.”

Wakapolri menambahkan bahwa keberadaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara tidak hanya menjadi kebanggaan Polri, tetapi juga diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.

“Kami ingin sekolah ini menjadi rumah lahirnya calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki integritas, semangat pengabdian, wawasan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Inilah kontribusi Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.”

Selain meninjau proses pendidikan, Wakapolri juga mengukuhkan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) sebagai langkah memperkuat tata kelola sekolah agar mampu berkembang secara profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan tata kelola yang kuat, kurikulum berstandar internasional, serta fasilitas modern, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi salah satu sekolah unggulan Indonesia yang melahirkan generasi pemimpin masa depan berdaya saing global.

Continue Reading

Berita

Polri Gelar Training of Trainers Program Paham AI, Perkuat Literasi Digital Pelajar

Published

on

Jakarta – Polri menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah Polri memperkuat literasi digital sekaligus menyiapkan trainer untuk mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini diikuti 65 peserta, terdiri dari 55 personel calon trainer dari 11 Polda pilot project dan 10 Master Trainer dari Polda Jawa Tengah. Para trainer nantinya akan memperluas edukasi Program Paham AI hingga tingkat Polda dan Polres.

Karo Tekkom Divtik Polri, Brigjen Pol. Indarto mengatakan, edukasi AI penting dilakukan karena pelajar saat ini telah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri. Berdasarkan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah, sebanyak 94 persen siswa mengaku mampu menggunakan AI, namun sebagian besar mempelajarinya secara otodidak.

“Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini,” ujar Indarto.

Ia menambahkan, Polri menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau hingga 10 juta pelajar melalui pelaksanaan secara bertahap dan kolaborasi dengan Kemendikdasmen serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

“Target kita sebetulnya fantastik ya, kita ingin sebanyak mungkin, bahkan kita targetkan secara kuantitatif itu setidaknya 10 juta siswa,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Polri menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kemendikdasmen dan pemangku kepentingan lainnya. Edukasi AI dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial karena sekolah, guru, orang tua, dinas pendidikan, dan berbagai pihak terkait memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.

“Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama,” kata Indarto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, kolaborasi tersebut penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek AI, tetapi juga memiliki karakter dan memahami etika dalam pemanfaatan teknologi.

“Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik,” kata Tatang.

Melalui Program Paham AI, Polri dan Kemendikdasmen mendorong terbentuknya ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Para trainer yang telah mengikuti ToT akan memberikan edukasi kepada pelajar SMA, SMK, dan sederajat dengan materi pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis AI.

Continue Reading

Berita

Polres Probolinggo Kota Amankan 5 Tersangka Pelempar Bondet di Mayangan

Published

on

KOTA PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo Kota Polda Jatim mengamankan 5 orang tersangka kasus pelemparan bondet yang terjadi di kawasan Malioboro Mayangan Kota Probolinggo.

Dari Lima orang tersebut tiga di antaranya masih berstatus anak yang berhadapan dengan hukum.

Kelima tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AKJ (18), M.AK (19), RF (15), KV (16), dan FB (14).

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, S.I.K., M.I.K mengatakan, peristiwa pelemparan bondet terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban berinisial MT (22) saat itu tengah berada di lokasi bersama sejumlah pemuda lainnya. Akibat ledakan bondet yang dilempar pelaku, korban mengalami luka ringan pada bagian paha.

“Dari hasil penyelidikan, kami mengamankan lima orang yang diduga terlibat. Proses penyidikan akan kami laksanakan secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk terhadap pelaku yang masih berstatus anak,” kata AKBP Rico, Selasa (21/7/2026).

Sebelum kejadian para pelaku berkumpul di sebuah gudang pemotongan ayam yang dijadikan basecamp di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, sambil mengonsumsi minuman keras.

Mereka kemudian berboncengan menggunakan dua sepeda motor menuju kawasan Mayangan dengan alasan hendak membeli minuman keras.

Saat melintas di Jalan Ikan Tenggiri, rombongan melihat sekelompok pemuda yang sedang bermain bola.

Tanpa alasan yang berkaitan dengan korban, tersangka AKJ diduga melempar bondet ke arah kelompok tersebut sebelum seluruh pelaku melarikan diri menuju basecamp.

Sekitar pukul 03.00 WIB, tim gabungan Polres Probolinggo Kota dan Polsek Mayangan menggerebek basecamp para pelaku di depan gudang pemotongan ayam di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.

“Dalam penggerebekan tersebut petugas mengamankan lima terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa empat bilah celurit, satu bondet, bahan baku pembuatan bondet, sepeda motor yang digunakan saat beraksi, serta barang bukti lainnya,” ujar AKBP Rico.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku berniat melakukan aksi balas dendam terhadap kelompok lain, namun justru salah sasaran, sehingga bondet mengenai kelompok yang bukan menjadi target mereka.

Sementara itu, tersangka FB mengaku membuat bondet karena rasa penasaran setelah mempelajari cara merakit bahan peledak dari media sosial dan membeli bahan-bahannya melalui salah satu toko online.

Akibat perbuatannya, tersangka AKJ dijerat Pasal 306, Pasal 307, dan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sedangkan tersangka M.AK, RF, dan KV dijerat Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

Sementara tersangka FB dijerat Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kepemilikan dan pembuatan bahan peledak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (*)

Continue Reading

Trending