Berita
Kapolres Pasuruan Kota Laksanakan Kegiatan SALAM MAS Bersama KPU Kabupaten Pasuruan dan LSM Trinusa

Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom., kembali melaksanakan kegiatan SALAM MAS (Sarapan Bareng Stakeholder, Tokoh Agama, Pemuda, dan Masyarakat), sebuah forum silaturahmi yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat. Pada kesempatan kali ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan serta LSM Trinusa Pasuruan Raya. Selasa(18/2/2025)
Acara yang berlangsung di Tathya Dharaka Lounge Polres Pasuruan Kota ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai berbagai permasalahan di masyarakat, mulai dari kondisi infrastruktur hingga stabilitas keamanan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024.
Dalam sambutannya, Kapolres Pasuruan Kota mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ketua LSM Trinusa, Mas Erik, yang selama ini aktif mengawal pembangunan di wilayah Pasuruan. Kapolres mengakui pentingnya peran LSM dalam mengawasi jalannya pembangunan agar lebih transparan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Arik dan seluruh anggota LSM Trinusa yang telah berkontribusi dalam pemantauan pembangunan pemerintahan. Selain itu, kami juga mengapresiasi keterlibatan LSM Trinusa dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.” Ucap AKBP Davis.
Lebih lanjut, Kapolres menyoroti pentingnya keberadaan LSM seperti Trinusa sebagai penyeimbang dalam proses pembangunan. Ia menekankan bahwa masih ada berbagai kendala infrastruktur yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, seperti kondisi jalan yang kurang memadai dan minimnya penerangan jalan di beberapa titik.
“Kami memahami bahwa masih ada jalan rusak dan penerangan jalan yang kurang di beberapa wilayah. Oleh karena itu, kami berharap dinas terkait dapat segera merespons dan menyelesaikan masalah ini agar masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.” Ujar Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti kondisi sungai yang perlu dilakukan pengerukan guna mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan. Ia berharap agar pemerintah daerah bisa segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi permasalahan tersebut sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LSM Trinusa Pasuruan Raya Erik, menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kondisi jalan protokol Surabaya–Bali yang mengalami kerusakan parah. Menurutnya, jalan berlubang di jalur tersebut telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas.
“Kami telah mengajukan surat kepada dinas terkait di Provinsi Jawa Timur karena kondisi jalan protokol Surabaya–Bali sangat memprihatinkan. Banyak lubang di sepanjang jalur tersebut yang menyebabkan kecelakaan, sehingga harus segera mendapatkan perhatian dan perbaikan.” Ujar Erik.
Ia juga menambahkan bahwa jika surat yang telah dikirimkan tidak mendapatkan tanggapan, pihaknya siap menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes. Namun, ia mengapresiasi respons positif dari pihak pemerintah provinsi yang saat ini telah mulai melakukan perbaikan jalan.
“Kami sempat berencana untuk turun aksi di jalur Pantura jika tuntutan kami tidak direspons. Namun, setelah mendapatkan konfirmasi bahwa perbaikan jalan sudah mulai dilakukan, maka untuk sementara rencana aksi tersebut kami batalkan.” Tambah Erik.
Selain itu, LSM Trinusa juga menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan Polres Pasuruan Kota dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami siap membantu Polres Pasuruan Kota dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.” Kata Erik.

Ketua KPU Kabupaten Pasuruan M. Ainul Yaqin yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Pasuruan Kota atas dukungan dan pengawalan yang telah diberikan selama tahapan Pilkada serentak tahun 2024.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Pasuruan Kota atas undangannya dalam kegiatan silaturahmi ini.” Ujar Ketua KPU Pasuruan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama proses Pilkada serentak 2024, KPU Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk menjaga netralitas dan profesionalitas dalam menyelenggarakan pemilu.
“Alhamdulillah, selama tahapan Pilkada berlangsung, semua berjalan lancar, aman, dan kondusif. Ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara KPU, Polres Pasuruan Kota, dan masyarakat.” Ucap Ainul Yaqin.
Ia juga menginformasikan bahwa di Kabupaten Pasuruan tidak ada gugatan terhadap hasil Pilkada 2024, sehingga proses transisi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik.
“Kami bersyukur bahwa Pilkada serentak di Kabupaten Pasuruan berlangsung dengan lancar tanpa ada gugatan. Sesuai jadwal, rencananya pelantikan kepala daerah terpilih akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan.” Tambah Ainul Yaqin.
Kapolres Pasuruan Kota menegaskan kegiatan SALAM MAS ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kepolisian, lembaga pemerintahan, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Dengan adanya diskusi terbuka seperti ini, diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat segera mendapatkan solusi konkret dari pihak-pihak yang berwenang.” Pungkas AKBP Davis.
Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung pembangunan yang lebih baik di wilayah Pasuruan.
Berita
Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan

SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur kembali mengembangkan kasus produksi minyak goreng sawit merk MinyaKita yang tidak sesuai takaran.
Dari hasil pengungkapan di lokasi kedua, Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan satu tersangka baru berinisial WF (41).
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menjelaskan, pengungkapan dilakukan di pergudangan kawasan Bohar, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (19/4/2026) malam.
“Pada saat pengecekan, petugas menemukan minyak goreng merk MinyaKita yang telah dikemas dalam karton, masing-masing berisi empat jerigen ukuran 5 liter. Total terdapat sekitar 1.000 karton yang siap dikirim atau dijual,” jelas Kombes Roy, Selasa (21/4/26).
Namun, setelah dilakukan pengukuran ulang oleh penyidik bersama UPT Perlindungan Konsumen, ditemukan ketidaksesuaian isi.
Minyak goreng dalam jerigen berlabel 5 liter tersebut ternyata hanya berisi rata-rata 4,69 hingga 4,7 liter.
“Bahkan dari mesin produksi sudah di-setting, minyak yang dimasukkan hanya sekitar 4,3 kilogram atau setara 4,7 liter. Artinya, isi bersih tidak sesuai dengan yang tertera pada label,” ungkap Kombes Pol Roy.
Produk tersebut dijual dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, yakni sekitar Rp.314.000 per karton atau Rp15.700 per liter untuk kemasan 5 liter.
“Namun, karena isi dikurangi, selisih tersebut menjadi keuntungan bagi pelaku,” kata Kombes Roy.
Menurut Dirreskrimsus Polda Jatim, praktik curang ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun dengan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp.30 juta hingga Rp.50 juta setiap bulan.
Dalam pengungkapan ini, Polisi turut menyita berbagai barang bukti, di antaranya 1.000 karton minyak goreng siap edar, tandon berkapasitas hingga 11 ton, mesin produksi, hingga dokumen distribusi.
Atas perbuatannya, tersangka WF dijerat dengan Pasal 62 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.
Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran produk yang tidak sesuai standar serta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran serupa kepada Satgas Pangan. (*)
Berita
Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana produksi minyak goreng sawit merk MinyaKita ilegal yang tidak memenuhi standar mutu, label, dan takaran.
Dalam pengungkapan ini, Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan Empat orang tersangka masing-masing berinisial HPT (38) selaku pemilik modal, MHS (32) dan SST (51) sebagai pengawas, serta ARS (29) sebagai operator produksi.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat menggelar konferensi pers, Selasa (21/4/2026).
“Pada hari ini kami menyampaikan terkait pengungkapan kasus tindak pidana produksi minyak goreng sawit MinyaKita ilegal, khususnya yang berkaitan dengan standar mutu, label, dan takaran,” ujar Kombes Abast.
Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi konsumen serta menindak pelanggaran di sektor industri pangan.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M Sihombing menjelaskan, pengungkapan dilakukan di sebuah pergudangan di wilayah Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Dari hasil penyelidikan, perusahaan tersebut diketahui tidak terdaftar secara resmi dan tidak memiliki izin usaha maupun sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Selain itu, pelaku juga mencantumkan nomor BPOM yang tidak sesuai dengan produk.
“Dalam praktiknya, tersangka memproduksi minyak goreng dengan takaran yang tidak sesuai label,” kata Kombes Roy.
Ia mengatakan untuk kemasan 1 liter, isi hanya sekitar 700 hingga 900 mililiter, sedangkan kemasan 5 liter hanya berisi sekitar 4.600 mililiter.
Kombes Roy menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui praktik ini telah berlangsung sejak Desember 2025 dengan kapasitas produksi mencapai 900 hingga 1.000 karton per sekali produksi dan omzet sekitar Rp.234 juta.
“Produk tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah, seperti Jember, Tarakan, dan Trenggalek,” terang Kombes Roy.
Modus operandi para pelaku yakni membeli minyak goreng curah dari distributor resmi di Surabaya, kemudian mengemas ulang (repacking) menggunakan merek MinyaKita tanpa izin.
Proses produksi dilakukan dengan mengatur mesin agar isi kemasan lebih sedikit dari yang tertera pada label.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya mesin pengemasan, tangki penyimpanan minyak, puluhan kardus minyak goreng siap edar, hingga satu unit mobil tangki yang digunakan untuk distribusi bahan baku.
Tidak hanya di satu lokasi, Polisi juga mengungkap praktik serupa di pergudangan lain di kawasan Taman, Sidoarjo.
“Pada lokasi kedua ini, perusahaan memiliki izin resmi, namun tetap melakukan pelanggaran dengan mengurangi takaran minyak dalam kemasan,” kata Kombes Roy.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 68 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda miliaran rupiah. (*)
Berita
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra

Kolaka, Sulawesi Tenggara, 21 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) sebagai bagian dari agenda Transformasi Polri, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai prioritas nasional, khususnya dalam program penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Polri secara simbolis menyerahkan dan meresmikan 378 unit rumah subsidi tipe 36 bagi PNPP dan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4), di Kabupaten Kolaka.
Adapun rincian perumahan yang diresmikan meliputi:
* Kalifah Residence, Konawe Selatan: 186 unit
* Sultra Hills Residence, Kota Kendari: 28 unit
* Kaba Residence, Kota Kendari: 164 unit
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Polri dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat—termasuk hunian layak—sebagai prioritas pembangunan nasional.
Wakapolri menegaskan bahwa program ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri, tetapi juga masyarakat luas.
“Program perumahan ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden Prabowo sebagai prioritas nasional, khususnya dalam penyediaan 3 juta rumah. Hari ini Polri menyerahkan perumahan tidak hanya untuk PNPP, tetapi juga untuk masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” tegas Wakapolri.
Berdasarkan data per Januari 2026, jumlah PNPP mencapai 491.808 personel, dengan kondisi kepemilikan rumah sebagai berikut:
* Sudah memiliki rumah: 355.760 personel (72,4%)
* Tinggal di rumah dinas: 63.611 personel (12,9%)
* Belum memiliki rumah: 38.397 personel (7,8%)
* Berencana tidak membeli rumah: 33.316 personel (6,8%)
* Berencana tinggal di Wisma Atlet Kemayoran: 724 personel (0,14%)
Sementara itu, progres pembangunan perumahan Polri Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan capaian yang signifikan:
* Rencana pembangunan: 15.923 unit
* Telah terbangun: 10.905 unit (68,4%)
* Dalam proses pembangunan: 2.881 unit (18,09%)
* Belum proses pembangunan: 2.137 unit (13,4%)
Wakapolri menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan hunian merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitas anggota Polri.
“Dengan hunian yang layak, anggota dapat bekerja lebih fokus, lebih profesional, dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari Transformasi Polri yang berorientasi pada kesejahteraan dan pelayanan publik.”
Polri akan terus memperluas program perumahan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta, guna memastikan kesejahteraan anggota dan masyarakat meningkat secara berkelanjutan, serta mendukung keberhasilan Asta Cita Presiden Prabowo sebagai arah utama pembangunan nasional.
-
Berita9 tahun agoThese ’90s fashion trends are making a comeback in 2017
-
Berita9 tahun agoThe final 6 ‘Game of Thrones’ episodes might feel like a full season
-
Berita2 bulan agoHangatkan Ramadan, Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota Bersama Kanit dan Ojol Kamtibmas Bagi Takjil ke Pengguna Jalan
-
Berita9 tahun agoAccording to Dior Couture, this taboo fashion accessory is back
-
Berita9 tahun agoThe old and New Edition cast comes together to perform
-
Berita9 tahun agoPhillies’ Aaron Altherr makes mind-boggling barehanded play
-
Berita9 tahun agoUber and Lyft are finally available in all of New York State
-
Berita9 tahun agoSteph Curry finally got the contract he deserves from the Warriors




