Connect with us

Berita

Anev Sitkamtibmas September 2024 Polda Jatim Berhasil Turunkan Angka Kriminalitas dan Kecelakaan Lalulintas

Published

on

gambar whatsapp 2024 10 08 pukul 12.40.47 e828d95f
gambar whatsapp 2024 10 08 pukul 12.40.47 e828d95f

SURABAYA – Polda Jawa Timur kembali menggelar Analisa dan evaluasi (Anev) Sitkamtibmas periode bulan Agustus hingga September 2024 di Rupatama Mapolda Jatim,Selasa (8/10).

Anev yang dipimpin Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si didampingi Wakapolda Jatim,Brigjen Pol Pasma Royce itu diikuti oleh seluruh pejabat utama Polda Jatim dan para Kapolres/tabes/ta jajaran serta para anggota Polres jajaran secara during.

Pada kegiatan anev tersebut, Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si memberikan apresiasi kepada para anggota satuan kerja dan para Kapolres jajaran yang sudah menunjukan kerja keras dan komitmennya menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah masing – masing.

Apresiasi disampaikan oleh Kapolda Jatim berdasar hasil Anev gangguan Kamtibmas pada bulan Agustus dan September 2024, Polda Jatim dan jajaran berhasil menyelesaikan sejumlah kasus dan menekan angka kriminalitas.

“Saya mengapresiasi karena berdasarkan data jumlah gangguan Kamtibmas mengalami penurunan pada Bulan September 2024,” ujar Irjen Pol Imam Sugianto.

Adapun data jumlah tindak pidana sebanyak 6.086 kasus sepanjang bulan Agustus di Jawa Timur, dapat diselesaikan oleh Polda jatim beserta jajaran sebanyak 7.094 atau presentase penyelesaian sebesar 116.5 persen.

Sedangkan pada bulan September 2024 jumlah tindak pidana mengalami penurunan menjadi 6.209 kasus dan mampu diselesaikan atau crime clearance sebanyak 6.225 ( 100,26 %).

Kapolda Jatim menyampaikan, dalam pemberantasan Narkoba selama Agustus dan Sepetember 2024, Polda Jatim berhasil menangkap pengedar Narkoba Jaringan Internasional di Sidoarjo.

Pada pengungkapan kasus tersebut tersangka pengedar dan barang bukti berupa Sabu sabu seberat 30 Kg dengan nilai Rp.30 Millar berhasil diamankan Polisi.

“Penangkapan ini bukan hanya berdampak pada pemutusan rantai peredaran Narkoba, namun juga menyelamatkan sedikitnya 150 Ribu jiwa dari dampak penyalahgunaan Narkoba itu,”terang Irjen Imam Sugianto, (*)

Keberhasilan ini kata Kapolda Jatim sebagian dari wujud komitmen yang kuat dari Polda Jawa Timur dan jajaraanya dalam memberantas dan mewujudkan Jawa Timur zero Narkoba.

Terkait Lalu lintas, Kapolda Jatim juga mengatakan data kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jawa Timur pada bulan September 2024 menurun.

“Angka lakalantas pada Bulan September 2024 ini menurun,”kata Irjen Imam Sugianto.

Pada Bulan Agustus 2024 tercatat kejadian lakalantas sebanyak 2.861 dengan 401 korban meninggal,107 luka berat,3.715 luka ringan dan kerugian material mencapai Rp. 3.394.550.000,-

Sedangkan pada Bulan September tercatat kejadian lakalantas sebanyak 2.624 dengan 297 korban meninggal,107 luka berat, 3715 luka ringan dan kerugian material Rp.3.307.700.000,-

Untuk menekan angka lakalantas, Kapolda Jatim meminta kepada para Kapolres jajaran agar mengimplementasikan dan menggelorakan program Mahameru Lantas.

“Program Mahameru lantas ini untuk meningkatkan pencegahan dan kesadaran kepada Masyarakat untuk tertib berlalulintas dan mengutamakan keselamatan,” ujar Irjen Pol Imam Sugianto.

Sementara itu untuk menghadapi Pilkada serentak 2024 di Jawa Timur, Polda Jatim dan jajarannya akan terus meningkatkan sinergiatas dengan TNI dan stakeholder yang ada dalam menjaga kondusifitas di Jawa Timur.

Polda Jatim juga terus menggelorakan Cooling System pada tahapan – tahapan Pilkada serentak 2024 di Jawa Timur.

Disisi lain terkait situasi berdasarkan rilis BMKG, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan perlu antisiapasi terhadap potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Dari data BMKG Stasiun Meteorologi Juanda yang kita terima, Jawa Timur diperkirakan akan memasuki musim Pancaroba pada awal November, ini juga perlu kita antisiapsi,”ungkap Irjen Imam Sugianto.

Kapolda Jatim meminta seluruh jajaran untuk melakukan upaya mitigasi dan kolaborasi dengan stakeholder yang ada untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

“Kita edukasi kepada Masyarakat, dan melakukan langkah – langkah keselamatan dan kesigapan agar dampak yang ditimbulkan bencana Hidrometeorologi ini dapat diminimalisir,”pungkas Irjen Imam Sugianto. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas, Siap Hadapi Tantangan Baru

Published

on

Depok – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, di hadapan Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta seluruh pejabat utama Korbrimob dan Dansat Brimob se-Indonesia.

Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih, antara lain keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Capaian ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kapasitas yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

Wakapolri menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.

Dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, Wakapolri menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.

Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.

Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat.

Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class) baik pada domain fisik maupun siber.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.

Polri berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Continue Reading

Berita

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Solar Subsidi ke Kalimantan, Tersangka Asal Blora Diamankan

Published

on

SURABAYA,– Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mengungkap kasus penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat terkait pengiriman BBM subsidi diduga tanpa dokumen resmi dari Blora, Jawa Tengah menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Senin (20/4/2026).

“Informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan penyisiran di Pelabuhan Tanjung Perak, hingga ditemukan puluhan jerigen di truk Hino bernopol K 8779 NE di atas Kapal KM Jambo XII,” kata Kombes Arman didampingi Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (23/4/26).

Dari hasil pemeriksaan, Polisi menemukan 31 jerigen berisi solar bersubsidi dengan total sekitar 930 liter.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan satu tersangka berinisial NNG (52), warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Modus yang digunakan pelaku tergolong terstruktur. Pelaku memerintahkan pekerjanya membeli BBM di SPBU menggunakan barcode kendaraan, kemudian memindahkan solar dari tangki ke jerigen menggunakan pompa dan selang.

“Setelah terkumpul, BBM tersebut dikirim ke Pangkalan Bun untuk kebutuhan operasional pengolahan limbah plastik milik pelaku,” jelas Kombes Arman.

Ia menegaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak praktik ilegal yang merugikan negara.

“Pengungkapan ini sesuai instruksi Presiden untuk memberantas aktivitas ilegal, khususnya penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegasnya.

Kombes Arman juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai instansi lintas sektor untuk memberantas praktik penyelundupan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami akan terus menjalin sinergi untuk memutus rantai penyelundupan BBM subsidi, baik antar provinsi maupun di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” pungkasnya.

Akibat perbuatan tersangka tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp.300 juta, jika dikonversikan dengan harga BBM industri.

Dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp.60 miliar. (*)

Continue Reading

Berita

Perkuat Pondasi Kamtibmas, Kapolres Pasuruan Kota Gelar Silaturahmi Dengan Habib Qodir Assegaf

Published

on

Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K.,M.Si  terus memperkuat pondasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis dan sinergis. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, yakni Habib Qodir Assegaf, sebagai bagian dari strategi membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

 

Kegiatan silaturahmi dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2026, bertempat di kediaman Habib Qodir Assegaf yang berlokasi di Jalan KH Abdul Hamid, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, didampingi Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Yokhbeth Wally serta para Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota yang turut serta dalam mempererat hubungan dengan tokoh agama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan bahwa sinergitas antara Polri dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Menurutnya, ulama memiliki pengaruh besar dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang damai dan harmonis.

“Silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat sinergitas antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami menyadari bahwa peran ulama sangat penting dalam memberikan kesejukan serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kedamaian,” ujar AKBP Titus Yudho Uly.

 

Silaturahmi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk bertukar informasi serta menyerap aspirasi dari tokoh agama. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini melalui langkah-langkah persuasif dan kolaboratif.

 

Sementara itu, Habib Qodir Assegaf menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Pasuruan Kota beserta jajaran. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam menjaga persatuan dan ketentraman masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan tokoh agama semakin kuat, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap aman, kondusif, serta penuh dengan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan.

Continue Reading

Trending