Berita
Bantuan Logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang Tiba, Pastikan Pelayanan Kepolisian Segera Pulih

Aceh Tamiang, 5 Desember 2025
Aceh Tamiang — Bantuan logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang mulai berdatangan sejak kedatangan Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. 2 hari sebelumnya yang meninjau langsung kondisi wilayah terdampak banjir bandang Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah setelah dihantam banjir bandang dan longsor pada Rabu, 26 November 2025. Kehadiran Wakapolri di lokasi bencana mempercepat proses identifikasi kebutuhan dan langkah respons Polri, yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh Kapolri dengan mengirimkan dukungan moril dan material dalam jumlah besar. Puncak pengiriman bantuan dilakukan pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 08.00 WIB di Polres Aceh Tamiang, memastikan pelayanan kepolisian dapat segera pulih setelah fasilitas dan perlengkapan dinas banyak yang rusak akibat banjir. Pengawalan distribusi bantuan dilakukan oleh unit Lantas dan Satbrimob Polda Sumut dipimpin IPDA Ricky Sihotang, S.Psi., M.Psi., MBA.
Adapun bantuan yang dikirim Kapolri meliputi perlengkapan perorangan dinas (kapor) sebanyak 61 koli, terdiri dari 600 stel PDL II warna coklat, 600 potong T-shirt coklat, 600 buah topi rimba, 600 pasang sepatu dislap kulit jeruk, dan 600 pasang kaos kaki dislap. Selain itu, turut dikirim 20 unit sepeda motor KLX 150 cc SE+ untuk mendukung mobilitas operasional di wilayah terdampak, 1 drum Pertamax, 1 drum Dexlite, 2 box helm, serta 5 unit genset SDG12000 dengan kapasitas 7000W rated dan 7500W max untuk memastikan ketersediaan listrik darurat di lingkungan Polres. Seluruh logistik diterima dalam kondisi baik dan langsung didistribusikan guna memperkuat operasional Polres Aceh Tamiang yang terdampak parah.
Dalam kunjungannya pada 3 Desember lalu, Wakapolri melihat langsung kondisi masyarakat dan jajaran Polri yang ikut terdampak bencana. Di hadapan Kapolres, Kapolsek, dan anggota yang tetap bertugas meski menjadi korban bencana, Wakapolri memberikan dukungan moral dengan menyampaikan, “Saya bangga kalian tetap berdiri untuk masyarakat meski kalian sendiri terdampak. Kalian tidak sendiri, Polri akan hadir penuh untuk mendukung kalian.” Wakapolri juga memastikan perlengkapan dinas segera dikirim setelah mengetahui banyak anggota hanya memiliki pakaian yang melekat akibat banjir. Ia menegaskan, “Kita pastikan kalian mendapatkan perlengkapan yang layak. Kalian harus tetap kuat, tetap semangat, karena kehadiran kalian sangat berarti bagi warga.”
Selain memberikan motivasi kepada anggota, Wakapolri menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan Aceh Tamiang. Dalam arahannya kepada jajaran Polri, pejabat daerah, dan unsur TNI, Wakapolri menyampaikan, “Polri harus bersinergi dengan pemerintah setempat, Kodim, dan seluruh elemen masyarakat agar Aceh Tamiang dapat pulih secepat mungkin. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam situasi sebesar ini.” Arahan tersebut memperkuat koordinasi lapangan untuk distribusi bantuan, pembukaan akses jalan, serta pengamanan wilayah rawan.
Selama peninjauan, Wakapolri juga mendengarkan langsung keluhan warga dan Bhayangkari yang kehilangan tempat tinggal, serta meninjau posko Kementerian Sosial dan berbagai titik terdampak lainnya. Kepada seorang Bhayangkari yang melaporkan kerusakan berat Asrama Polisi, Wakapolri menegaskan komitmen Polri dengan menyampaikan, “Kami tidak akan membiarkan kalian menghadapi ini sendirian. Polri akan berikan dukungan penuh sampai kalian pulih.”
Di sisi lain, bantuan kemanusiaan untuk masyarakat dari Polri dan warga terus mengalir. Bantuan berupa ±32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, dan 300 dus air mineral telah tiba melalui Kapal KN Berhala. Tambahan bantuan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 berupa popok anak, makanan siap konsumsi, biskuit, minyak makan, dan air mineral juga memperkuat suplai kebutuhan warga. Menteri Perhubungan memberikan apresiasi kepada Alumni Akpol ’90 atas kontribusi besar dan cepat yang tiba di wilayah terdampak.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memastikan pemulihan Aceh Tamiang berlangsung cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi. Dengan langkah responsif Kapolri, kehadiran langsung Wakapolri di lapangan, serta sinergi bersama pemerintah daerah, Kodim, dan masyarakat, Polri memastikan pemulihan wilayah terdampak berlangsung tanpa hambatan dan pelayanan kepolisian dapat kembali maksimal.
Berita
Tes Komputer dan Soal Akademik Berstandar Olimpiade Jadi Kebaruan Seleksi Taruna Akpol 2026

Semarang – Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi di masa depan. Salah satu kebaruan tersebut adalah penerapan tes komputer serta peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade.
Pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7).
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa kemampuan menguasai teknologi kini menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap calon anggota Polri, mulai dari jenjang tamtama, bintara, hingga taruna Akpol.
“Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer,” ujar Irjen Anwar.
Menurutnya, penerapan tes komputer bertujuan memastikan calon anggota Polri memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital sehingga siap menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin modern.
“Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya,” kata Irjen Anwar.
“Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan,” lanjutnya.
Selain kemampuan teknologi, Polri juga meningkatkan standar kualitas tes akademik. Tahun ini, materi ujian dirancang setara dengan standar olimpiade sehingga tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.
“Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,” ungkap Irjen Anwar.
“Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,” tambahnya.
Hingga tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi, terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui rangkaian seleksi yang ketat di tingkat panitia daerah dan panitia pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).
Pada tahapan rikpil tingkat pusat, para peserta dinilai secara langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.
Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghasilkan perwira muda yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi dinamika tantangan tugas kepolisian di era digital.
Berita
Polri Peduli : Polres Bondowoso Santuni Nenek Sebatangkara

BONDOWOSO – Sebagai bentuk rasa peduli kepada masyarakat Polres Bondowoso Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan Polri Peduli.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan pada hari Jumat itu merupakan program sosial Polda Jawa Timur bersama Polres jajarannya untuk warga masyarakat.
Kali ini Polres Bondowoso Polda Jatim melaksanakan kegiatan tersebut dengan mendatangi warga dhuafa yang hidupnya sebatang kara dengan rumah tidak layak huni.
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo yang didampingi Waka Polres Kompol I Gede Suartika dan para pejabat utama mengatakan, Polres Bondowoso melaksanakan kegiatan ini selain bentuk nyata dari rasa empat juga untuk lebih mendekatkan diri dengan warga masyarakat.
“Kami kunjungi kediaman Bu Hatima yang sudah berusia 91tahun dan hidup sebatangkara ini untuk mewujudkan rasa peduli kami kepada warga,” ujar AKBP Aryo.
Selain rumah Bu Hatima,rombongan Polres Bondowoso juga mengunjungi Bu Salama dan Bu Rukmiyati yang tinggal di Dusun Rabeh Desa Pujerbaru Kecamatan Maesan.
Di tiga lokasi itu, Kapolres Bondowoso memberikan bantuan sosial dan tali asih untuk tiga lansia tersebut.
Dengan memberikan kasur, sembako lengkap serta santunan Kapolres Bondowoso berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi ketiga nenek yang hidup sebatangkara dan tinggal di rumah yang tak layak huni. (*)
Berita
Polres Lamongan Ungkap Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid, Tersangka Residivis Diamankan

LAMONGAN – Polres Lamongan Polda Jatim melalui Polsek Karanggeneng berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian uang kotak amal di salah satu Masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd mengatakan dari hasil ungkap, Polsek Karanggeneng mengamankan seorang tersangka berinisial YS (42), warga Sukomulyo Lamongan pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.
Menurut Ipda M. Hamzaid, S.Pd pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang segera ditindaklanjuti Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali, S.H. bersama anggotanya untuk melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengankan tersangka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga melakukan pencurian uang kotak amal menggunakan modus memancing uang dengan alat sederhana berupa lidi sapu yang diberi perekat (pulut).
“Hasil pemeriksaan tersangka diketahui merupakan residivis pencurian kotak amal dan Pencurian Kendaraan Bermotor, ” jelas Ipda Hamzaid, Sabtu (25/7/2026).
Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu buah lidi patah yang terdapat perekat, uang tunai hasil pencurian sebesar Rp.394.000 yang terdiri dari 17 lembar pecahan Rp20.000, satu lembar pecahan Rp50.000, dan dua lembar pecahan Rp2.000, serta satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana melakukan tindak pidana.
Kini tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Polsek Karanggeneng guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap tindak pidana melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.”pungkas Ipda Hamzaid. (*)
-
Berita9 tahun agoThese ’90s fashion trends are making a comeback in 2017
-
Berita9 tahun agoThe final 6 ‘Game of Thrones’ episodes might feel like a full season
-
Berita5 bulan agoHangatkan Ramadan, Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota Bersama Kanit dan Ojol Kamtibmas Bagi Takjil ke Pengguna Jalan
-
Berita9 tahun agoAccording to Dior Couture, this taboo fashion accessory is back
-
Berita9 tahun agoThe old and New Edition cast comes together to perform
-
Berita9 tahun agoUber and Lyft are finally available in all of New York State
-
Berita9 tahun agoPhillies’ Aaron Altherr makes mind-boggling barehanded play
-
Berita9 tahun agoSteph Curry finally got the contract he deserves from the Warriors



